Teladan Nabi Muhammad dalam Menggunakan Air


Sejumlah umat Muslim mengambil air wudhu sebelum melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/8). Masjid Istiqlal kembali dibuka untuk kegiatan ibadah Shalat Jumat dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, kapasitas maksimal 25 persen dan jamaah harus sudah divaksin Covid-19. Republika/Putra M. Akbar

LalangBuana, JAKARTA — Penggunaan air secara berlebih-lebihan sering kali dilakukan oleh masyarakat era modern. Contoh kecilnya saja dalam penggunaan air wudhu, masih banyak umat Muslim yang berlebih-lebihan menggunakan air untuk berwudhu sehingga banyak air yang tidak termanfaatkan.


Selain itu, banyak orang juga melakukan pemborosan penggunaan air ketika mandi misalnya hingga menghabiskan puluhan bahkan ratusan liter air. Padahal berlebih-lebihan (israf) termasuk dalam menggunakan air adalah perbuatan tercela yang dilarang agama.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya melakukan penghematan termasuk dalam penggunaan air. Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan tentang sedikitnya air yang digunakan nabi untuk mandi dan wudhu.

عن أنس: “كان رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَغْتسِلُ بالصَّاعِ إلى خمسةِ أمْدادٍ، ويتَوَضَّأُ بالمُدِّ” متفق عليه

Dari Anas RA, “Rasulullah SAW mandi menggunakan air sebanyak satu sha‘ hingga lima mud. Sedangkan untuk mengambil air sembahyang, beliau SAW menghabiskan air sebanyak satu mud,” HR Bukhari dan Muslim.

Para ulama menjelaskan ukuran satu mud itu ¾ liter air atau 675 gram. Sedangkan satu sha itu 2.700 gram.


Imam An Nawawi dalam kitab Khulasatul Ahkam…




Sumber:Republika