ANTARIKSA — Pada 26 Maret 1958, Amerika Serikat meluncurkan satelit ketiganya ke luar angkasa. Explorer 3 hampir identik dengan Explorer 1, satelit pertama yang diluncurkan AS.
Explorer 3 adalah peluncuran sukses pertama dalam serinya setelah Explorer 1. Explorer 3 diluncurkan dengan roket Juno I dari Cape Canaveral, Florida dan memasuki orbit eksentrik. Artinya, ia mengikuti jalur elips yang panjang mengelilingi Bumi.
Muatan Explorer 3 termasuk instrumen penghitung sinar kosmik dan detektor mikrometeorit. Data dari Explorer 3 dan Explorer 1 mengarah pada penemuan sabuk radiasi Van Allen. Baca: Sejarah Hari Ini: Huygens Menemukan Titan, Bulan Terbesar di Saturnus.
Scroll untuk membaca
Scroll untuk membaca
Sabuk radiasi Van Allen adalah wilayah di sekitar Bumi tempat partikel bermuatan dari matahari terperangkap oleh medan magnet Bumi. Explorer 3 menghabiskan 93 hari mengorbit Bumi sebelum menjadi sampah luar angkasa. Sumber: Space.com
Klik untuk artikel Sejarah Hari Ini lainnya.
Sumber:Republika