RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Diminta Segera Terapkan SIMRS

LalangBuana, TASIKMALAYA — Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah meminta manajemen RSUD dr Soekardjo segera mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Dengan SIMRS, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan di RSUD dr Soekardjo.


Cheka mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan terus mendorong RSUD dr Soekardjo menerapkan SIMRS, yang terkoneksi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ia mengaku telah menyampaikan hal itu kepada manajemen RSUD.


Menurut Cheka, pelayanan yang diberikan oleh RSUD dr Soekardjo saat ini sebenarnya cukup baik. Ia ingin pelayanan kepada masyarakat di RSUD dr Soekardjo lebih baik dan lebih cepat.


“SIMRS ini kan digital. Jadi, nanti semua tercatat secara digital, kami bisa monitor, sehingga pelayanan juga jauh lebih cepat,” kata Cheka.


Pada Jumat (3/3/2023), Cheka meninjau RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Direktur RSUD dr Soekardjo, Budi Tirmadi, menjelaskan, pihaknya telah menggunakan sistem informasi berbasis desktop menggunakan aplikasi Generic Open Source dari Kemenkes.


Namun, platform yang digunakan untuk sistem itu berbeda dengan SIMRS. “Karena berbeda dengan SIMRS, kami sekarang sedang memindahkan data dari platform lama ke yang baru,” kata Budi.


Menurut Budi, Pj Wali Kota Tasikmalaya mendorong pihak RSUD dr Soekardjo melakukan percepatan dalam pemindahan data itu. Pihaknya diberikan waktu hingga sepekan ke depan untuk menyelesaikannya, sehingga implementasi SIMRS dapat diuji coba. “Saat ini input data sudah 80 persen. Kami akan upayakan tambah personel untuk input data itu,” ujar dia.


Mengutip informasi dari Kemenkes, SIMRS adalah sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan, dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat.


SIMRS ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. SIMRS diklaim menjadi solusi bagi rumah sakit untuk transformasi digital. Termasuk dalam upaya mengatasi persoalan penumpukan antrean pasien.


Budi mengatakan, salah satu keunggulan SIMRS adalah pasien bisa mendaftar secara daring. Dengan begitu, pasien tidak perlu mengambil nomor antrean secara manual di rumah sakit.


Menurut Budi, sebenarnya sistem pendaftaran pasien secara daring itu sudah bisa dilakukan saat ini. Namun, optimalisasinya baru sekitar 50 persen karena terkendala platform. Sementara rata-rata kunjungan per hari pasien rawat jalan di RSUD dr Soekardjo dinilai terbilang tinggi, sekitar 200 pasien per hari.


“Saat masih menggunakan desktop, kami masih kesulitan karena sistemnya belum berbasis website. Kalau menggunakan SIMRS, masyarakat bisa dari rumah mendaftar secara online. Jadi, pasien tinggal datang sesuai jam yang sudah muncul di antrean online,” kata Budi.


 



Sumber:Republika