Operasi Pasar Murah di Tasikmalaya Diserbu Warga

LalangBuana, TASIKMALAYA — Operasi pasar murah yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jumat (17/2/2023), menyedot perhatian warga. Salah satu komoditas yang menjadi buruan warga dalam kegiatan itu adalah beras.


Berdasarkan pantauan Republika, dalam operasi pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya dan Bulog Subdivre Ciamis, itu terdapat sejumlah komoditas yang dijual dengan harga di bawah standar. Komoditas yang dijual antara lain daging beku Rp 99 ribu per kilogram, tepung terigu Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram, minyak goreng Rose Brand Rp 16 ribu per liter, gula Rose Brand Rp 13.500 per kilogram, dan beras Rp 9.400 per kilogram. 


Salah satu warga yang datang, Yati (62 tahun), mengaku, sangat terbantu dengan digelarnya operasi pasar murah. Apalagi, dalam kegiatan itu dijual beras dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar. 


“Saya beli beras saja satu karung. Karena bolehnya hanya satu, tidak boleh lebih,” kata perempuan yang datang bersama teman-temanya itu.


Menurut dia, sekarung beras isi lima kilogram di operasi pasar murah itu dijual dengan harga Rp 47 ribu atau Rp 9.400 per kilogram. Harga itu relatif jauh berbeda dengan harga di pasaran yang sudah mencapai Rp 13 ribu per kilogram. 


“Mangkanya sangat terbantu dengan pasar murah ini,” kata Yati.


Warga lainnya, Erni (27), juga mengaku sangat terbantu dengan digelarnya operasi pasar murah dekat lingkungan rumahnya. Karenanya, ketika mengetahui ada agenda pasar murah dari temannya, ia langsung datang ke halaman Kantor Kecamatan Cihideung. 


“Saya beli beras. Soalnya murah, hanya Rp 9.400 per kilogram. Di pasaran mah tidak ada yang di bawah Rp 12 ribu,” ujar dia. Menurut dia, meski harganya murah, kualitas beras yang dijual di operasi pasar murah itu cukup bagus.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Adang Mulyana, mengakui, harga beras di pasaran saat ini memang relatif tinggi. Salah satu penyebabnya adalah kondisi cuaca terus hujan, sehingga memengaruhi hasil panen.


“Selain itu, sekarang masih belum memasuki masa panen raya. Jadi stoknya terbatas,” kata Adang. 


Berdasarkan data UPTD Pasar Resik I, harga beras di Pasar Cikurubuk pada Rabu (16/2/2023) berkisar antara Rp 9.450 hingga Rp 13.500 per kilogram. Harga beras paling murah itu merupakan stok dari Bulog. 


Menurut Adang, stok beras di pasar masih dalam kondisi aman. Hanya saja, harganya yang naik dalam beberapa waktu terakhir. “Mungkin juga karena BBM naik juga,” kata dia.


Adang menambahkan, pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan operasi pasar di wilayah kecamatan lainnya, sehingga harga beras di pasaran dapat segera stabil. Operasi pasar itu juga dilakukan untuk mencukupi ketersediaan menjelang Ramadhan. 


Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Nurtjipto, mengatakan, operasi pasar kali ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau. Dengan begitu, diharapkan inflasi di Kota Tasikmalaya tetap terjaga. 


Salah komoditas yang dijual dalam operasi pasar murah itu adalah beras. Pasalnya, harga beras di pasaran saat ini masih relatif tinggi. 


“Beras yang disediakan sebanyak 2 ton. Harganya per karung isi lima kilogram itu Rp 47 ribu. Itu beras premium,” kata Nurtjipto. 


Selain menyediakan komoditas kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, dalam operasi pasar murah murah itu juga tersedia sejumlah hasil pertanian dari Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Cihideung. “Jadi bisa sekaligus mengenalkan produk lokal ke masyarakat,” kata dia.


Nurtjipto menambahkan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah Priangan Timur untuk melakukan operasi pasar murah. Sebelumnya, BI Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis juga telah menggelar operasi pasar murah pada Senin (13/2/2023).


“Ke depan, kami juga lakukan di daerah lain di Priangan Timur, terutama nanti pada menjelang Ramadhan. Operasi pasar ini juga dilakukan untuk membuat stabil pasokan, karena (untuk komoditas beras) kami masih menunggu panen raya,” ujar Nurtjipto.



Sumber:Republika