Disnaker akan Panggil Perusahaan Pengirim Warga Indramayu Bekerja di Morowali


Pemerintah Kabupaten Indramayu melakukan penjemputan di Bandara Soekarno Hatta, Ahad (5/3/2023), terhadap sejumlah warga Indramayu yang dipekerjakan di proyek PLTU Morowali.

LalangBuana, INDRAMAYU — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menindaklanjuti kasus warganya yang telantar di Morowali, Sulawesi Tengah. Disnaker akan memanggil perusahaan yang memberangkatkan warga Indramayu untuk bekerja di Morowali.


Berdasarkan informasi yang didapat Disnaker, ada 117 warga asal Indramayu yang diberangkatkan ke Morowali untuk menjadi pekerja proyek PLTU. Mereka dipekerjakan sejak Januari 2023. Namun, sebulan terakhir, gaji mereka dikabarkan belum dibayar.


Bahkan, penanggung jawab mereka juga dilaporkan kabur, sehingga membuat pekerja asal Indramayu itu kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di Morowali.


Menurut Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnaker Kabupaten Indramayu Lutfi Alharomain, para pekerja asal Indramayu itu diberangkatkan oleh salah satu perusahaan yang berlokasi di Batam.


“Kami akan memanggil PT yang memberangkatkan para pekerja itu ke sana,” kata Lutfi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/3/2023).


Lutfi mengatakan, pemanggilan itu dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan tersebut. Termasuk soal gaji pekerja asal Indramayu yang belum dibayar.


Namun, Lutfi mengatakan, saat ini Disnaker Indramayu memprioritaskan dulu pemulangan pekerja asal Indramayu yang masih berada di Morowali. Menurut dia, dikabarkan di sana masih 56 orang, yang meminta bantuan untuk segera dipulangkan.


Lutfi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu akan segera mengirimkan biaya untuk pembelian tiket pesawat bagi 56 pekerja tersebut. “Jadi, kami yang akan ngongkosi. Setelah itu, kami akan jemput mereka di Bandara Soekarno Hatta,” kata Lutfi. 


 



Sumber:Republika