Apa yang Bisa Dikerjakan Hari Ini Kerjakanlah dengan Baik


Image

Siti Nurhaliza



Eduaksi | Tuesday, 04 Jul 2023, 07:24 WIB

Pendiri DTA At-Taqwa Arifin di depan Masjid Al-Aqsa Yerusalem pada tahun 2018.

Garut – Setia orang memiliki kesibukan yang berbeda-beda, ada orang yang pergi bekerja dari pagi sampai pagi, ada yang kesehariannya habis di organisasi, dan ada juga yang harus memimpin masyarakat sehingga waktu untuk keluarganya terbatas. Semua memiliki sisi baik dan buruknya masing-masing, yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengatur semua jadwal yang telah ada dan melakukan pekerjaan tersebut dengan sebaik yang kita bisa.

Ini menjadi prinsip hidup pendiri DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah) At-Taqwa Sekretariat Kp. Sukagalih Arifin yang disampaikan melalui wawancara oleh salah satu retizen pada Ahad (25/06). Pada wawancara tersebut, Arifin menceritakan perjalanan hidupnya. Mulai dari sebagai seorang anak laki-laki yang disekolahkan hanya sampai SD oleh orang tua sampai akhirnya mendapatkan golongan penghargaan tepat pada usianya yang menginjak 60 tahun. “Akhirnya alhamdulillah bisa sampai kemarin dengan golongan penghargaan PMT 1 februari 2020 pas 60 tahun itu,” ujarnya saat diwawancara.

Arifin mengatakan, banyak sekali tantangan dalam perjalanan hidupnya. Salah satu tantangan terbesar yang dirinya lalui adalah pembagian waktu untuk berbagai bidang, seperti kedinasan, pesantren, dan organisasi.

 

“Tantangannya sih pertama membagi waktu antara kedinasan dan organisasi, membagi waktu antara kedinasan dengan pesantren, organisasi kan milik banyak orang jadi bisa dibagi-bagi dengan anggota lain,” tuturnya.

Arifin menuturkan untuk menanggulangi tantangan perihal waktu yaitu dengan tidak diambil pusing dengan jadwal yang padat, tidak memikirkan pekerjaan yang harus dikerjakan nanti atau besok, namun semua dibawa enjoy saja dan hadapi apa yang harus kita lakukan pada saat itu. “Apa yang bisa kita kerjakan hari ini, kerjakanlah dengan baik jangan menunda-nunda pekerjaan jika kewajiban kita hari ini lakukan hari,” ucapnya.

Arifin juga memberikan penuturan tentang bagaimana menghadapi masyarakat ala dirinya. Sebab, di setiap kepemimpinan pasti ada kubu pro dan kontra. Kita tidak bisa memaksakan orang suka terhadap kita. Yang terpenting adalah ‘bebas hate’ yang artinya bersih hati, jadi biarkan saja orang mau berbicara apa yang terpenting adalah buktikan dengan semua aksi nyata jika sudah terbukti orang-orang akan diam dengan sendirinya.

Arifin mengatakan kita harus murah senyum sesuai dengan sabda Rasulullah bahwa senyum adalah ibadah paling mudah, jangan menjadi manusia ketus dan bermuka masam. Karena rezeki tuhan itu bisa datang dari setiap manusia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.



Sumber:Republika