Postur ASN IKN dan Inovasi Pelayanan


Image

HARLIANTARA



Politik | Monday, 06 Mar 2023, 14:04 WIB

Geliat pembangunan infrastruktur IKN Nusantara ( dok Republika )

Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kedua kalinya menginap di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara setelah setahun sebelumnya berkemah bersama para menteri. Jokowi mengaku tidur nyenyak saat bermalam di IKN. Pemerintah mulai menyusun postur birokrasi yang akan bekerja di IKN. Langkah pertama melakukan asesmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menyelenggarakan roda pemerintah pusat. Postur birokrasi di IKN sangat menentukan efektivitas pemerintah pusat di masa mendatang.

Pemetaan atau penilaian kompetensi tahap awal pada 2022 sampai 2023 ditargetkan 60 ribu ASN, meliputi 20 ribu ASN di tahun 2022 dan 40 ribu ASN pada tahun 2023.Langkah asesmen dimulai dengan pemetaan/penilaian potensi dan kompetensi atau talent mapping. Tahap asesmen dilakukan bagi ASN di sejumlah instansi pemerintah pusat, yakni kementerian/lembaga yang bertugas dan berkantor di wilayah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta dan sekitarnya.

Keniscayaan IKN Nusantara membutuhkan postur SDM yang punya etos kerja yang tinggi dan mampu menciptakan inovasi layanan di segala bidang. Agenda perdana yang sangat penting untuk IKN adalah menggerakan inovasi. Karena untuk mengatasi permasalahan tidak cukup dengan membangun infrastruktur dan program sosial populis. Kompleksitas persoalan ibukota di berbagai negara hanya bisa diselesaikan secara tuntas dengan kapasitas inovasi.

Birokrasi IKN harus mampu melebihi kinerja birokrasi DKI Jakarta yang mampu mewujudkan program unggulan, seperti program yang bertajuk citizen innovation. Program citizen Innovation di IKN harus didukung oleh birokrasi yang kreatif dan berjiwa inovatif. Sebagai gambaran, postur birokrasi DKI Jakarta selama ini mencapai 72.000 orang. Menurut Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, jumlah pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta yang ideal adalah sekitar 30.000 orang. Jumlah diatas terlalu berlebihan. Itu juga belum termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Mengelola birokrasi ibu kota yang sangat gemuk itu menjadi PR berat bagi pihak Otorita IKN Nusantara. Apalagi besaran gaji ASN di IKN yang tentunya akan lebih tinggi harus disertai dengan pembobotan kerja dan evaluasi secara detail. Di DKI Jakarta besaran gaji ASN terdiri dari elemen gaji pokok, tunjangan jabatan, TKD statis (kehadiran pegawai), TKD dinamis (tunjangan kinerja), dan tunjangan transportasi bagi para pejabat struktural seperti Lurah atau Kepala Dinas. Sedangkan pejabat fungsional di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), hanya mendapatkan gaji pokok, tunjangan jabatan, TKD statis, dan TKD dinamis tanpa tunjangan transportasi.Terlalu gemuknya birokrasi menyulitkan usaha transformasi birokrasi. Pada saat ini birokrat Ibu kota dituntut memiliki daya inovasi pelayanan. Seperti halnya korporasi swasta, birokrasi harus senantiasa mengembangkan inovasi pelayanan publik.

Selama ini inovasi banyak diasosiasikan dengan inovasi pada produk, tetapi sebenarnya inovasi bisa dilakukan pada banyak kategori yang lain termasuk layanan birokrasi. Larry Keeley, menyebutkan bahwa ada empat kategori inovasi yang meliputi, pertama, Process (Innovative process dan core process), kedua, Offering (Product/service performance, Service System, dan Customer Service), ketiga, Delivery (channel, brand, customer experience ), dan keempat, Finance (Business Model dan Value Network ).

Era globalisasi adalah keniscayaan untuk memperbaiki mutu pelayanan birokrasi sesuai dengan kemajuan teknologi. Mengingat pada saat ini perlakuan buruk terhadap publik atau pelanggan justru sering dilakukan oleh birokrasi pemerintah dan badan usaha seperti BUMN, BUMD dan unit kantor pelayanan publik. Nampaknya lembaga diatas masih banyak yang mengabaikan faktor kepuasan pelanggan. Badan usaha dan birokrasi pemerintah perlu mencari platform untuk mewujudkan kebudayaan layanan yang mencerahkan. Berbagai kasus buruknya mutu pelayanan publik sebaiknya diatasi dengan membangun budaya pelayanan yang lebih efektif dengan bantuan teknologi terkini.

ASN perlu mencontoh korporasi swasta yang telah melakukan pelanggan secara prima. Untuk membuat pelanggan merasa puas dan bahagia perlu tindakan yang mendasar guna menanggapi keluhan pelanggan. Dunia usaha dan industri sangat bergantung pada pelanggan. Karena itu perlu memperhatikan kebutuhan, memberikan apa yang diinginkan pelanggan agar merasa bahagia. Cara itu dikatakan,“A simple ways to make your costomer”.

Kini tren korporasi global telah bertransformasi dari pendekatan transaksional ke pendekatan relasional dengan berfokus kepada pemenuhan kebutuhan, kepuasan dan kesenangan pelanggan. Masih buruknya mutu pelayanan birokrasi, perlu pilihan teknologi yang tepat yang bisa membantu terciptanya bahasa mutu pelayanan pelanggan. Masalah manajemen mutu, menurut pakar manajemen mutu Deming memerlukan kondisi constancy of purpose.

Untuk itu diperlukan fokus yang mantap pada misi organisasi tentang perbaikan mutu yang berlangsung terus-menerus disertai pengendalian mutu dengan statistik serta tercapainya budaya kerja untuk memberikan pelayanan yang optimal dari segenap lini organisasi. Saatnya manajemen mutu dikembangkan dan serta dikomunikasikan lebih jauh oleh jajaran ASN. Perlu lembaga khusus untuk mengkonkritkan langkah di atas. Badan itu bisa mencontoh Ben Franklin Partnership Center yang didirikan untuk meningkatkan daya saing perusahaan yang berada di Pennsylvania, terutama lewat difusi dan inovasi teknologi di bidang pelayanan pelanggan atau publik.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.



Sumber:Republika