Habib Husein Jafar saat mengisi acara di Festival Hijriah Bandung.
LalangBuana, BANDUNG — Republika bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) menggelar Festival Hijriah di sembilan kabupaten dan kota. Menurut Wakil Pemimpin Redaksi Republika Nur Hasan Murtiaji, Festival Hijriah ke 4 berlangsung di Bale Asri Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat (Jabar), Kota Bandung, Kamis (27/72023),
“Bandung ini kota keempat kami menggelar Festival Hijriah. Sebelumnya kami menggelar di Jakarta, Depok. Setelah di Bandung selanjutnya kami ke Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo kalau ada yang ingin terus mengikuti kami persilakan,” ujar Nur Hasan (Hasan).
Hasan menjelaskan, Festival Hijriah digelar sebagai momentum untuk mengingat perjalanan waktu dan peradaban umat Islam. Republika berkewajiban mengajak masyarakat untuk bermuhasabah, terlebih di momentum Tahun Baru Islam.
Karena, kata Hasan, tahun baru islam ini menandai hijrahnya rasul dari Mekah ke Madinah dan menandai penyebaran islam di seluruh dunia.
“Kami ingin menggelar festival ini ingin ingin mengingat hal berseharah itu,” katanya.
Selain menampilkan tausiyah dari Habib Jafar Husein, kata dia, Festival Hijriah akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Muslim Xinjiang.
“Dalam peringatan Tahun Baru Islam kali ini, kami sajikan secara kekinian agar dapat membuka perspektif lain, yaitu pertunjukan seni budaya Muslim Xinjiang,” katanya.
Republika merasa perlu menghadirkan seni budaya Muslim Xinjiang. Karena, kata Hasan, selama ini orang banyak berbicara tentang Muslim Xinjiang dengan segala macam perspektifnya. Republika mencoba mengangkat perspektif yang lain, yaitu dari seni dan budaya, sehingga diharapkan menjadi pintu dialog dengan Muslim Xinjiang.
Sumber:Republika





