Kapan Gelar Profesor Kehormatan Bisa Disematkan?

Dr Ir Abdullah Puteh menerima Gelar Professor Honoris Causa (Profesor Kehormatan) langsung di Kyungwoon University, Korea Selatan. Dok Pribadi
Dr Ir Abdullah Puteh menerima Gelar Professor Honoris Causa (Profesor Kehormatan) langsung di Kyungwoon University, Korea Selatan. Dok Pribadi

LalangBuana, JAKARTA — Penganugerahan Gelar Professor Honoris Causa (Profesor Kehormatan) baru saja disematkan pada senator asal Aceh, Dr Ir Abdullah Puteh. Gelar ini diberikan langsung oleh Kyungwoon University, Korea Selatan, dan apa yang menjadi kriteria pemberian gelar tersebut?

Rektor Kyungwoon University, Prof Dr Kim Dong Jee, menyatakan bahwa penobatan itu diberikan berdasarkan pengamatan pihak universitas atas capaian-capaian penting orang yang diberikan gelae tersebut. Seperti Abdullah Puteh yang dilihat telah menginspirasi generasi muda di mana pun.

“Beliau menjadi pemimpin di saat daerahnya berada dalam eskalasi konflik yang tinggi dan tajam. Namun, dengan humble dan bersahaja, Puteh mengawali pembicaraan-pembicaraan antarpihak menuju persaudaraan dan persatuan untuk mewujudkan semua cita-cita, peradaban, dan misi kemanusiaan di Aceh,” kata Prof Dong Jee dalam keterangan rilis yang diterima Republika, Jumat (30/6/2023).

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Ketika bencana besar tsunami datang pada 26 Desember 2004, Aceh sedang berstatus Darurat Sipil setelah beralih dari Darurat Militer. Pada saat yang sama, Puteh telah membantu rakyat miskin di Aceh dengan program Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (PER), baik berupa fasilitas benih, alat-alat pertanian, dan permodalan mikro.


Kyungwoon University sangat menghargai dan mengapresiasi apa yang dikerjakan Puteh sebagai karya ilmiah yang tidak pernah dituliskan oleh Puteh. “Kami sungguh merasa bahwa Indonesia, termasuk Aceh, adalah saudara kami yang dekat dan seperjuangan,” kata Prof Dong Jee.

Gelar yang telah disematkan pada seseorang, tentunya akan memberikan semangat baru untuk terus menjadi sosok yang menginspirasi. Seperti Puteh yang mengatakan akan terus memberikan kontribusinya bagi Indonesia agar selalu lebih baik.

Puteh mengutip kata-kata mantan presiden Park Cung Hee yang sangat menginspirasi. “Aku rela bila kelak aku mati kuburanku diinjak-injak rakyatku, tapi aku takkan berhenti berjuang menghilangkan kemiskinan di negeri ini,” ujar Puteh dalam pidatonya ketika menerima gelar tersebut di Korea Selatan.

Kwangwoon University merupakan universitas riset komprehensif, co-educational dan swasta di Seoul, Korea Selatan. Kampus ini menawarkan program sarjana dan pascasarjana (S-2 dan S-3) untuk berbagai bidang keilmuan.

Pusat Pelatihan Radio Chosun selaku pendahulu Universitas Kwangwoon, merupakan institusi pertama yang mengajar studi teknik elektronik di Korea. Alumni penting dari universitas ini adalah Chun Jang-ho, Kwon Il-yong, Ahn Kun-young, Lee Young, dan Hwang Seung-jae.



Sumber:Republika