Bupati Rohil Serahkan Bantuan Kepada Kelompok Nelayan di Pulau Halang

ROHIL- Bupati Rokan Hilir H.Suyatno lakukan kunjujgan kerja serta membagikan tong tempat ikan asin pada kelompok nelayan dikecamatan Kubu babusalam dikepenguluan pulau halang  kepada kelompok nelayan Kabupaten Rokan Hilir Senin 12/05/2020

Kunjungan kerja bupati Rokan Hilir dikecamatan Kubu babusalam dikepenguluan pulau halang juga dihadiri oleh  kadis perikanan dan kelautan M.Amin.Msi serta didampingi Kabid P2HP serta Kabag Humas dan Protokol M.Nasir

Dalam sambutnnya Camat Kuba, Drs Ahcmat Atin
Kehadiran bupati bukannhanya untuk menyerahkan tong tempat pengasinan  ikan. Akan tetapi untuk juga melihat masyarakat disini terkait covid 19 yang melanda dunia khususnya kabupaten Rokan Hilir

Pada Prinsipnya bantuan ini sangat membantu pada kelompok nelayan  karena ini mata  pencarian masyarakt yang berfokus di sektor perikanan. Namun belakangan ini tangkapan ikan semakin hari semakin menurun, banyak dan dengan keadaan tersebut banyak nelayan yang berpindah baik itu mata pencarian mau pun tempat tinggal dan ini  Perlu adanya program dan pemikiran agar bisa menyelamatkan Kondisi daerah ini. Ucap camat

Sementara itu Bupati, H Suyatno Amp dalam sambutannya mengatakan ”  memberikan bantuan tersebut mengaku sengaja datang langsung menyerahkan bantuan tersebut. Hal ini di karenakan selain ingin bertemu langsung dengan para nelayan juga ingin menyampaikan terkait wabah virus Covit 19.  Di Riau ada 12 Kabupwten/ Kota dan 10 diantaranya warganya sudah terkena virus Corona dan kini hanya tingal 2 Kabupaten saja yang warganya belum positif terjangkit virus Corona ini.

“Pertama Rohil kedua Meranti. Intinya kita tetap berusaha semaksimal mungkin. Namun, ini bukan tugas pemerintah TNI dan polri akan tetapi semua elemen masyarakat Tampa terkecuali para nelayan. Sekali lagi saya mengajak, jangan Mantang Rohil masih zona hijau kita santai-santau. Di Indonesia sudah banyak yang meningal dunia akibat wabah ini, makanya jaga jarak dan jaga kesehatan. Jika tidak ada urusan di luar duduk saja di rumah,” ingat bupati.

Terkait bantuan pergunakan sebaik mungkin dan usahakan agar ikan yang di olah bisa laku keras di pasaran karena selain untuk mengenalkan produk lokal juga bisa menambah pendapatan nelayan. Sementara itu, apa dampak dari wabah Covit 19 dengan nelayan, yang pasti saat ini pemerintah daerah di minta pemerintah pusat untuk memangkas anggaran sebesar Rp340 milyar dan dari pemangkasan itu sebagian besarnya di gunakan untuk penanganan Covit 19.

Hal ini tentu berimbas kepada program-program yang telah di buat oleh pihak terkait untuk para nelayan dimana tidak semua program saat ini bisa dilaksanakan akibat pemangkasan anggaran ini. “Kita ambil hikmahnya saja karena tuhan sedang menguji kita. Masyarakat harus tetap kompak begitu juga dengan para nelayan,” pesan bupati.

Sumber: Pantauriau